Bagaimana Caranya Mempraktikkan Manajemen Risiko?

Mempunyai perusahaan pastinya tidak mau sampai mengalami yang namanya kerugian, sebab dengan perusahaan rugi pasti yang akan terjadi adalah perusahaan bisa bangkrut. Agar kerugian tersebut tidak sampai terjadi maka pemilik perusahaan harus menerapkan manajemen risiko.

Untuk bisa mempraktikkan manajemen tersebut maka harus tahu dulu apa saja komponen dari manajemen tersebut dan untuk komponennya akan diulas di bawah ini.

Komponen-Komponen Penting Dalam Manajemen Risiko

Manajemen risiko memang manfaatnya ada banyak sekali tetapi kalau tidak bisa melakukannya dengan benar maka tidak akan ada bedanya dengan tidak memakainya. Untuk bisa memaksimalkan manfaat manajemen risiko ini maka harus paham dulu komponen manajemen risiko ini. Penjelasan mengenai komponen tersebut sudah ada di bawah ini.

  • Lingkungan Dalam Perusahaan

Lingkungan di dalam perusahaan atau lingkungan internal memang penting sekali, karena resiko bisnis kadang terjadi karena adanya konflik dalam lingkungan internal. Untuk lingkungan internal ini hubungannya dengan etika bekerja, kedisiplinan, tingkat kesejahteraan karyawan dan juga kompetensi karyawan. Dengan pemilik perusahaan memahami itu semua maka resiko bisnis dari lingkungan internet bisa langsung diketahui.

  • Menentukan Sasaran

Pihak perusahaan itu wajib memasukkan sasaran yang jelas dan diselesaikan memakai sistem manajemen. Biasanya sasaran ini adalah visi dan juga misi perusahaan. Dengan komponen ini maka akan bisa terpapar dengan jelas apa yang menyebabkan resiko tersebut dan akan tahu juga cara menyelesaikan resiko tersebut.

  • Mengidentifikasi Kejadian Atau Resiko

Mengidentifikasi resiko ini adalah mencari tahu kejadian apa saja yang mungkin jadi penyebab utama timbulnya resiko. Untuk bisa mengetahui semua itu bisa berpatokan pada data perusahaan, baik data karyawan, data keuangan dan data mitra bisnis. Dengan menganalisa data tersebut akan ketahuan kira-kira peristiwa manakah yang paling besar potensinya menjadi pangkal munculnya resiko.

  • Menilai Resiko

Sebuah perusahaan harus bisa menilai resiko apakah benar-benar akan memperburuk keadaan perusahaan atau tidak. Kalau memang resikonya tidak terlalu berdampak lebih baik menangani resiko lainnya yang sekiranya berdampak sangat buruk untuk kemajuan perusahaan.

  • Menanggapi Resiko

Pemilik perusahaan juga harus bisa menentukan tanggapan dan respons terhadap resiko yang terjadi nantinya. Respons tersebut bisa berbentuk menghindari resiko, mengurangi resiko, menerima resiko dan memindahkan resiko. Kalau tanggapannya bisa bagus pasti resiko tidak akan terjadi di masa yang akan datang.

  • Pengendalian Dan Monitoring Resiko

Pengendalian resiko juga penting sekali, karena dengan mengendalikan resiko maka dampaknya tidak akan terlalu buruk. Pengendalian ini bisa berupa pembuatan prosedur dan kebijakan, pemisahan fungsi dan juga pengamanan aset perusahaan. Setelah itu semua dilakukan tinggal monitoring secara terus menerus terhadap komponen lainnya agar resiko tidak ada lagi.

Apa Tujuan Melakukan Manajemen Risiko?

Manajemen risiko dilakukan jelas ada tujuannya dan umumnya tujuan yang ingin dicapai perusahaan dengan manajemen tersebut ada dua tujuan. Pertama adalah ingin mempermudah membuat kerangka kerja, dengan adanya kerangka kerja ini akan langsung diketahui apa solusi terbaik untuk mencegah dan menyelesaikan resiko bisnis. Selain itu bisa mempermudah membuat kebijakan perusahaan juga.

Kedua ingin meningkatkan kewaspadaan, yang namanya bisnis pastinya tidak selalu berjalan sesuai apa yang direncanakan. Agar hal-hal yang tidak baik itu tidak terjadi maka manajemen risiko perlu diterapkan. Sebab dengan manajemen tersebut resiko-resiko yang akan terjadi di masa depan bisa ditanggulangi karena pihak perusahaan sudah lebih waspada. Itulah beberapa tujuan perusahaan memakai manajemen risiko.